Tarakan, Kalimantan Utara – Seorang wanita berinisial AT (32) asal Kalimantan Utara (Kaltara) tega menikam pacarnya, RS (35), hingga tewas di sebuah rumah kontrakan di Jalan Mulawarman, Tarakan, pada hari Minggu, 30 Maret 2025, sekitar pukul 02.00 WITA. Motif wanita tikam pacar hingga tewas ini diduga karena pelaku kesal lantaran korban tak kunjung memenuhi janjinya untuk menikahinya.
Menurut keterangan Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, kejadian bermula saat pelaku dan korban terlibat pertengkaran di rumah kontrakan mereka. Pelaku yang sudah lama menuntut janji pernikahan dari korban, merasa kecewa dan marah karena korban terus mengelak.
“Pelaku dan korban sudah menjalin hubungan asmara selama tiga tahun. Pelaku merasa kesal karena korban tak kunjung menikahinya, padahal sudah berjanji,” ujar AKBP Taufik Nurmandia dalam konferensi pers di Mapolres Tarakan.
Dalam pertengkaran tersebut, pelaku yang emosi mengambil sebilah pisau dapur dan tikam korban beberapa kali hingga tewas di tempat kejadian. Setelah melakukan aksinya, pelaku mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Pelaku sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap oleh warga dan diserahkan kepada pihak berwajib untuk di tuntaskan permasalahan tersebut,” kata dari AKBP Taufik Nurmandia.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menikam korban, serta pakaian korban yang berlumuran darah. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan autopsi.
“Kami telah mengamankan barang bukti dan jenazah korban. Kami juga sedang melakukan olah TKP untuk mencari bukti-bukti lain,” jelas AKBP Taufik Nurmandia.
Pelaku, AT, dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif lain dalam kasus ini.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai dalam hubungan asmara. Kekerasan bukanlah solusi, dan dapat berakibat fatal.
