Suasana malam di sebuah warung di Desa Parigi Mulya, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, berubah menjadi mencekam pada hari Kamis, 10 September 2023, sekitar pukul 23.00 WITA. Seorang pria bernama Anwar (38) ditemukan tewas dengan luka tikam di bagian dada setelah sebelumnya dilaporkan mengamuk di warung tersebut. Pelaku penikaman hingga kini masih belum diketahui identitasnya (OTK) dan dalam pengejaran pihak kepolisian.
Kronologi kejadian pria tewas ditikam karena ngamuk ini bermula ketika Anwar mendatangi warung milik Bapak Samsul (55) dalam kondisi emosi dan mulai membuat keributan. Menurut keterangan beberapa saksi mata, Anwar berteriak-teriak tidak jelas dan sempat memecahkan beberapa perabotan di warung tersebut.
“Tiba-tiba datang, langsung marah-marah nggak jelas. Sempat mecahin gelas juga,” ujar seorang pengunjung warung yang enggan disebutkan namanya.
Saat Anwar sedang mengamuk, tiba-tiba datang seorang pria tak dikenal (OTK) yang langsung menghampirinya. Sempat terjadi adu mulut singkat antara keduanya sebelum akhirnya OTK tersebut mengeluarkan senjata tajam dan menikam Anwar tepat di bagian dada. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Warga dan pengunjung warung yang menyaksikan kejadian pria tewas ditikam karena ngamuk tersebut panik dan berusaha memberikan pertolongan kepada Anwar. Namun, luka yang dialaminya cukup parah dan korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian sebelum petugas medis tiba.
Petugas dari Polsek Tapin Tengah yang menerima laporan mengenai pria tewas ditikam karena ngamuk segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Jenazah Anwar kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Sanggul Rantau untuk dilakukan visum.
Kapolsek Tapin Tengah, AKP Hadi Sutrisno, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pria tewas ditikam karena ngamuk tersebut. Pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik penikaman ini.
“Kami masih melakukan pendalaman kasus ini. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan dan kami juga sedang mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. Identitas pelaku masih belum diketahui, namun kami optimis akan segera mengungkap kasus ini,” jelas AKP Hadi Sutrisno.
Kasus pria tewas ditikam karena ngamuk ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di wilayah Tapin dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan segala bentuk tindak kriminalitas kepada pihak berwajib.
