Sebuah insiden memilukan terjadi di sebuah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Seorang guru PAUD berinisial YN (35 tahun) diduga melakukan tindak kekerasan terhadap salah satu muridnya yang berusia 5 tahun, hingga korban mengalami patah tulang. Kasus ini sontak membuat geram orang tua murid dan masyarakat sekitar, dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Kronologi Dugaan Penganiayaan di Lingkungan Sekolah:
Berdasarkan laporan dari orang tua korban, yang diketahui bernama Siti (30 tahun), kejadian tragis ini diduga terjadi pada Selasa pagi, 8 April 2025, sekitar pukul 09.00 WITA, saat jam pelajaran berlangsung di PAUD “Ceria” yang berlokasi di kawasan Banjarmasin Utara. Siti menuturkan, awalnya ia mendapat kabar dari pihak sekolah bahwa anaknya, sebut saja Bintang, terjatuh saat bermain. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, dokter menyatakan bahwa Bintang mengalami patah tulang di bagian lengan yang tidak mungkin disebabkan oleh jatuh biasa.
Kecurigaan Orang Tua dan Pengakuan Korban:
Merasa ada yang janggal, Siti terus mendesak anaknya untuk menceritakan kejadian sebenarnya. Dengan trauma, Bintang akhirnya mengaku bahwa ia telah didorong dengan kasar oleh gurunya, YN, karena dianggap tidak bisa diam saat pelajaran. Akibat dorongan tersebut, Bintang terjatuh dan mengalami patah tulang.
Laporan Polisi dan Visum Korban:
Mendengar pengakuan pilu dari anaknya, Siti bersama suaminya segera melaporkan kejadian dugaan penganiayaan ini ke Polresta Banjarmasin pada Selasa sore, 8 April 2025. Pihak kepolisian langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan visum et repertum terhadap korban untuk memperkuat bukti-bukti dugaan kekerasan.
Penangkapan Terduga Pelaku dan Proses Hukum:
Setelah melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk pengurus sekolah dan orang tua murid lainnya, pihak kepolisian kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, YN, di kediamannya pada Rabu pagi, 9 April 2025. Saat ini, YN sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Banjarmasin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kesimpulan:
Seorang guru PAUD di Banjarmasin diduga melakukan penganiayaan terhadap muridnya hingga mengalami patah tulang. Pelaku telah ditangkap pihak kepolisian dan kasus ini tengah dalam proses hukum. Insiden tragis ini menjadi perhatian serius akan pentingnya keamanan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
