2 Remaja Putri Terlibat Perkelahian Gegara Cemburu di Kalteng
Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu, 12 April 2025 – Sebuah insiden remaja terlibat perkelahian yang melibatkan dua remaja putri menghebohkan warga di sebuah desa di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu sore, sekitar pukul 17.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh masalah asmara dan rasa cemburu. Akibat remaja terlibat perkelahian tersebut, keduanya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Pihak kepolisian setempat telah melakukan mediasi dan memberikan pembinaan kepada kedua remaja serta orang tua mereka.
Informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa perkelahian ini terjadi di area publik, dekat dengan lapangan desa. Kedua remaja putri yang diketahui berinisial AL (16 tahun) dan BN (15 tahun) terlibat adu mulut yang semakin memanas hingga berujung pada aksi saling pukul dan jambak. Diduga, perkelahian ini dipicu oleh persoalan hubungan asmara dengan seorang pemuda yang sama. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha melerai perkelahian dan melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Sebangau Kuala, IPTU Joni Santoso (nama fiktif), membenarkan adanya insiden remaja terlibat perkelahian tersebut. “Kami telah menerima laporan dan segera mendatangi lokasi kejadian. Kedua remaja putri yang terlibat perkelahian sudah kami amankan dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan atas luka-luka yang mereka alami,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu malam. Pihaknya juga telah memanggil kedua orang tua remaja tersebut untuk dilakukan mediasi dan pembinaan.
Bagi para orang tua diharap bisa bantu berikan arahan untuk anaknya, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
Dalam mediasi yang dilakukan di Mapolsek Sebangau Kuala, kedua remaja putri tersebut mengakui perbuatan mereka dan menyesali tindakan remaja terlibat perkelahian yang telah terjadi. Pihak kepolisian memberikan pembinaan mengenai dampak negatif dari tindakan kekerasan dan pentingnya menyelesaikan masalah secara baik-baik. Orang tua kedua remaja juga sepakat untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan harapan tidak akan terulang kembali.
